Ilustrasi anak sekolah sedang melaksanakan study tour. (FOTO: AI Generated)
BONTANG. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang menekankan agar study tour tidak memberatkan orang tua. Biaya menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan. Sekolah diminta mempertimbangkan kondisi ekonomi wali murid.
Study tour memang memiliki nilai edukatif. Siswa dapat belajar langsung di lapangan. Namun, pelaksanaannya harus tetap proporsional.
Banyak orang tua mengeluhkan biaya yang tinggi. Hal ini menjadi salah satu kritik utama. Tidak semua keluarga memiliki kemampuan yang sama.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdul Safa Muha, menegaskan pentingnya kebijakan yang adil. Ia meminta sekolah tidak memaksakan program.
“Semua harus disepakati bersama, jangan sampai ada yang merasa keberatan,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Ia menilai kegiatan harus bersifat inklusif. Semua siswa harus bisa berpartisipasi tanpa tekanan. Hal ini penting untuk menjaga kebersamaan.
Disdikbud juga mendorong transparansi anggaran. Sekolah harus menjelaskan rincian biaya secara jelas. Orang tua berhak mengetahui penggunaan dana.
Selain itu, alternatif kegiatan perlu dipertimbangkan. Kegiatan dalam kota bisa menjadi solusi. Biaya lebih ringan namun tetap bermakna.
Safa menegaskan bahwa keputusan tetap dikembalikan ke sekolah dan orang tua. Disdikbud hanya memberikan arahan.
“Kalau istilah larangan itu tidak bisa kami larang ya,” katanya.
Dengan kebijakan yang tepat, kegiatan dapat berjalan baik. Tidak ada pihak yang terbebani. Tujuan pendidikan tetap menjadi prioritas utama.
PENULIS: Re