SANGATTA. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kutai Timur, Achmad Junaidi, menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Dalam podcast spesial Hari HIV/AIDS Sedunia yang digelar PPKB Kutai Timur, Junaidi menyebut bahwa bahaya virus HIV secara signifikan lebih besar dibandingkan persoalan gizi buruk atau stunting yang saat ini menjadi fokus nasional.
Menurutnya, meskipun isu stunting banyak didorong melalui berbagai program percepatan, ancaman HIV/AIDS jauh lebih fatal dan berpotensi merenggut nyawa. Junaidi mengingatkan bahwa tren kasus HIV di Kutai Timur menunjukkan kecenderungan meningkat sehingga memerlukan penanganan yang lebih serius dan intensif.
“Karena bagaimanapun kalau kita bicara percepatan penurunan stunting, bahaya HIV itu lebih besar daripada orang dikatakan stunting atau gizi buruk,” tegas Achmad Junaidi, menyoroti urgensi perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap penanganan HIV/AIDS.
Selain menekankan bahaya HIV, Junaidi juga menyampaikan capaian PPKB Kutai Timur melalui program inovatif “Cap Jempol Stop Stunting”. Program tersebut baru saja meraih penghargaan Peringkat Dua Tingkat Nasional dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). Ia menilai penghargaan itu menjadi bukti bahwa PPKB tidak hanya fokus pada percepatan penurunan stunting, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam isu kesehatan lain yang tak kalah penting, termasuk HIV/AIDS.
Melalui platform podcast yang mendapat perhatian luas dari masyarakat, Junaidi berharap sosialisasi mengenai HIV/AIDS dapat diterima secara lebih terbuka, terutama untuk mengurangi stigma serta rasa malu yang membuat masyarakat enggan melakukan pemeriksaan. Ia menekankan pentingnya edukasi publik agar lebih banyak masyarakat memahami risiko, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini HIV.
Achmad Junaidi mengajak seluruh pihak untuk terus berinovasi dan memastikan program-program kesehatan dijalankan secara berkelanjutan. Baginya, setiap upaya harus mengutamakan hak hidup, keselamatan, dan dukungan bagi setiap warga Kutai Timur.